“Kami sudah beri kami punya jiwa…” (Krawang-Bekasi, Chairil Anwar, 1948).
Dan, kita masih saja gagap untuk menyatakan bangga pada hasil cipta anak bangsa, yang dibangun dengan segenap asa, yang dibuat dalam getaran jiwa, yang ditegakkan dalam duka sejarah. Lalu, kita melupakannya, begitu saja.
Betapa tidak, untuk membuat alunan musik para kumpulan (band) anak-anak muda yang marak belakangan ini, modalnya cukup dengan dua buah gitar listrik saja (melodi dan bass), seperangkat drum, ditambah keyboard jika ada, dan bergaya di atas panggung dengan atraksi yang hampir mirip antara satu kumpulan dengan kumpulan yang lainnya. Liriknya pun, seputar cinta menye-menye belaka.