[slid

This slideshow requires JavaScript.

eshow]

Oleh: Edi Purwanto

Dari kejauhan terdengar suara Gong, kempul dan saron begitu nyaring. Suara terompet yang mendayu-dayu membuat saya tertarik untuk mendatangi sumber suara itu. Setelah aku mendekat ternyata ada banyak orang yang sedang berkumpul di situ. teryata mereka sedang asyik melihat pertunjukan jaranan yang digelar oleh dinas pariwisata di Selomangleng. Saya sempat ta’jub melihat beberapa orang yang sedang kalap. “Mereka sedang dimasuki roh halus”, kata seorang dukun yang berada di samping kiriku. dalam keadaan kalap mereka makan sesaji yang sudah disediakan oleh dukun. ada yang memakan kembang, kemenyan dan yang lebih mengerikan lagi adalah yang memakan pecahan kaca dan bara api yang masih berwarna merah.

Sebenarnya Jaranan itu muncul sejak kapan sih? Seni jaranan itu mulai muncul sejak abad ke 10 Hijriah. Tepatnya pada tahun 1041. atau bersamaan dengan kerajaan Kahuripan dibagi menjadi 2 yaitu yaitu bagian timur Kerajaan Jenggala dengan ibukota Kahuripan dan sebelah Barat Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan Ibukota Dhahapura.